Keberadaan sumur-sumur minyak dan gas bumi (migas) tua yang dikelola warga secara ilegal di Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur (Jatim), kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya penambangan yang dilakukan secara swadaya masyarakat kurang mempertimbangkan berbagai aspek, terutama keselamatan (safety).
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong para pihak untuk dapat menjadikan sumur tua yang dikelola warga menjadi objek wisata. Dalam menunjang program tersebut, Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi mengajak kelompok warga penambang di Wonocolo, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Perhutani Bojonegoro serta Presiden Direktur Pertamina EP, Rony Gunawan melakukan studi banding ke Museum Merapi, Gunung Api Purba Nglanggaran dan Wisata Air Gunung Pindul di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta, 27 Febuari 2016.
Studi banding tersebut diharapkan membuat para peserta dapat melihat peluang wisata di Wonocolo setelah terjun langsung ke lokasi wisata di Yogyakarta. “Harapannya muncul dari warga Wonocolo suatu paradigma wisata. Kawasan Wonocolo berpotensi menjadi Desa Wisata Penambangan Migas Tradisional seperti halnya di Texas, Amerika. Sehingga bila ingin melihat Texas kecil, Wistawan dapat mengunjungi Bojonegoro,” papar Amien.
Dalam program mengubah paradigma masyarakat dari penambangan sumur tua menjadi objek wisata, SKK Migas telah meminta Pertamina EP untuk bersama-sama elemen masyarakat di Wonocolo mewujudkannya.
No comments:
Post a Comment